WEB
·
Sejarah WEB
World Wide Web
atau WWW atau juga dikenal dengan WEB adalah salah satu layanan yang didapat
oleh pemakai computer yang terhubung ke internet. Web ini menyediakan informasi
bagi pemakai computer yang terhubung ke internet dari sekedar informasi
“sampah” atau informasi yang tidak berguna sama sekali sampai informasi yang
serius; dari informasi yang gratisan sampai informasi yang komersial. Website
atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan
untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak, animasi, suara, dan
atau gabungan dari semuanya itu baik yang bersifat statis maupun dinamis yang
membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing
dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink).
Sejarah Web
dimulai pada tahun 1980, ketika seorang berkebangsaan inggris bernama Tim
Berners-Lee yang bekerca di CERN(Badan Tenaga Atom Eropa) membuat
ENQUIRE,sebuah basis data personal dan model software. Berners-Lee juga
memperkenalkan konsep hypertext, dimana setiap halaman informasi baru di
ENQUIRE tersambung secara langsung ke halaman yang ada.
·
Unsur-Unsur Website atau Situs
Untuk menyediakan keberadaan
sebuah website, maka harus tersedia unsur-unsur penunjangnya, adalah sebagai
berikut:
1. Nama
domain (Domain name/URL – Uniform Resource Locator)
Pengertian Nama domain atau biasa
disebut dengan Domain Name atau URL adalah alamat unik di dunia internet yang
digunakan untuk mengidentifikasi sebuah website, atau dengan kata lain domain
name adalah alamat yang digunakan untuk menemukan sebuah website pada dunia
internet. Contohnya adalah http://www.baliorange.nethttp://www.detik.com
Nama domain diperjualbelikan
secara bebas di internet dengan status sewa tahunan. Nama domain sendiri
mempunyai identifikasi ekstensi/akhiran sesuai dengan kepentingan dan lokasi
keberadaan website tersebut. Contoh nama domain ber-ekstensi internasional
adalah com, net, org, info, biz, name, ws. Contoh nama domain ber-ekstensi
lokasi Negara Indonesia adalah co.id (untuk nama domain website perusahaan),
ac.id (nama domain website pendidikan), go.id (nama domain website instansi
pemerintah), or.id (nama domain website organisasi).
2. Rumah
tempat website (Web hosting)
Pengertian Web Hosting dapat
diartikan sebagai ruangan yang terdapat dalam harddisk tempat menyimpan
berbagai data, file-file, gambar dan lain sebagainya yang akan ditampilkan di
website. Besarnya data yang bisa dimasukkan tergantung dari besarnya web
hosting yang disewa/dipunyai, semakin besar web hosting semakin besar pula data
yang dapat dimasukkan dan ditampilkan dalam website. Web Hosting juga diperoleh
dengan menyewa. Besarnya hosting ditentukan ruangan harddisk dengan ukuran
MB(Mega Byte) atau GB(Giga Byte). Lama penyewaan web hosting rata-rata dihitung
per tahun. Penyewaan hosting dilakukan dari perusahaan-perusahaan penyewa web
hosting yang banyak dijumpai baik di Indonesia maupun Luar Negri.
3. Bahasa
Program (Scripts Program)
Adalah bahasa yang digunakan
untuk menerjemahkan setiap perintah dalam website yang pada saat diakses. Jenis
bahasa program sangat menentukan statis, dinamis atau interaktifnya sebuah
website. Semakin banyak ragam bahasa program yang digunakan maka akan terlihat
website semakin dinamis, dan interaktif serta terlihat bagus.
Beragam bahasa program saat ini
telah hadir untuk mendukung kualitas website. Jenis jenis bahasa program yang
banyak dipakai para desainer website antara lain HTML, ASP, PHP, JSP, Java
Scripts, Java applets dsb. Bahasa dasar yang dipakai setiap situs adalah HTML
sedangkan PHP, ASP, JSP dan lainnya merupakan bahasa pendukung yang bertindak
sebagai pengatur dinamis, dan interaktifnya situs. Bahasa program ASP, PHP, JSP
atau lainnya bisa dibuat sendiri. Bahasa program ini biasanya digunakan untuk
membangun portal berita, artikel, forum diskusi, buku tamu, anggota organisasi,
email, mailing list dan lain sebagainya yang memerlukan update setiap saat.
4. Desain
website
Setelah melakukan penyewaan
domain name dan web hosting serta penguasaan bahasa program (scripts program),
unsur website yang penting dan utama adalah desain. Desain website menentukan
kualitas dan keindahan sebuah website. Desain sangat berpengaruh kepada
penilaian pengunjung akan bagus tidaknya sebuah website.
Untuk membuat website biasanya
dapat dilakukan sendiri atau menyewa jasa website designer. Saat ini sangat
banyak jasa web designer, terutama di kota-kota besar. Perlu diketahui bahwa
kualitas situs sangat ditentukan oleh kualitas designer. Semakin banyak
penguasaan web designer tentang beragam program/software pendukung pembuatan
situs maka akan dihasilkan situs yang semakin berkualitas, demikian pula
sebaliknya. Jasa web designer ini yang umumnya memerlukan biaya yang tertinggi
dari seluruh biaya pembangunan situs dan semuanya itu tergantung kualitas designer.
·
Fungsi Web
Secara umum situs web mempunyai
fungsi sebagai berikut:
1. Fungsi
komunikasi
Situs web yang mempunyai fungsi
komunikasi pada umumnya adalah situs web dinamis. Karena dibuat menggunakan
pemograman web (server side) maka dilengkapi fasilitas yang
memberikan fungsi-fungsi komunikasi, seperti web mail, form contact,
chatting form, dan yang lainnya.
2. Fungsi
informasi
Situs web yang memiliki fungsi
informasi pada umumnya lebih menekankan pada kualitas bagian kontennya, karena tujuan
situs tersebut adalah menyampaikan isisnya. Situs ini sebaiknya berisi teks dan
grafik yang dapat di download dengan cepat. Pembatasan penggunaan animasi
gambar dan elemen bergerak sepertio shockwave dan java diyakini sebagai langkah
yang tepat, diganti dengan fasilitas yang memberikan fungsi informasi
seperti news, profile company, library, reference,dll.
3. Fungsi
entertainment
Situs web juga dapat memiliki
fungsi entertainment/hiburan. Bila situs web kita berfungsi sebagai sarana
hiburan maka penggunaan animasi gambar dan elemen bergerak dapat meningkatkan
mutu presentasi desainnya, meski tetap harus mempertimbangkan kecepatan
downloadnya. Beberapa fasilitas yang memberikan fungsi hiburan adalah game
online, film online, music online, dan sebagainya.
4. Fungsi
transaksi
Situs web dapat dijadikan sarana
transaksi biisnis, baik barang, jasa, atau lainnya. Situs web ini menghubungkan
perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik.
Pembayarannya bisa menggunakan kartu kredit, transfer, atau dengan membayar
secara langsung.
·
Jenis situs Web
Ada beberapa jenis situs web yang
dikelompokkan sesuai tujuannya yaitu sebagai berikut:
1. Alat
Pemasaran
Saat ini media pemasaran tidak
hanya media cetak saja. Media elektronik sejenis situs juga dapat digunakan
sebagai media pemasaran. Pemasaran melalui internet lebh cepat sampai dan
memiliki jangkauan yang jauh lebih luas.
2. Nilai
Tambah
Sebuah halaman web merupakan
sarana promosi karena media promosi di web lebih murah dan efektif dibandingkan
media promosi konvensional seperti brosur, majalah atau Koran. Pada umumunya
konten situs web berupa referensi atau informasi tambahan dari apa yang sudah
diberikan secara offline. Contohnya seperti di perpustakaan sudah disediakan
koleksi skripsi secara tercetak namun di web perpustakaan terdapat repository
skripsi yang lebih banyak dan dapat diakses dengan mudah dengan cara
mendownload bentuk softfile nya.
3. Katalog
Untuk di perpustakaan katalognya
berupa katalog online yang dapat diakses melalui web perpustakaan. Pada katalog
tersebut tersedia koleksi-koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan. Pemustaka
dapat mengakses koleksi tersebut dengan cara memasukkan judul, pengarang maupun
subjek dari suatu koleksi yang dibutuhkan. Sedangkan untuk melakukan peminjaman
pemustaka dapat langsung meminjam ke perpustakaan.
4. E-Commerce
E-Commerce merupakan suatu
kumpulan yang dinamis antara teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang
menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas tertentu melalui transaksi
elektronik. Pada perpustakaan web bertujuan untuk menghubungkan antara
perpustakaan yaitu melalui pemustaka dan pemustaka yang membuthkan informasi
sehingga terjadinya hubungan yang saling mengutungkan kedua belah pihak.w
5. E-Learning
Cisco menjelaskan filosofis
e-learning sebagai berikut: Pertama, e-learning merupakan penyampaian
informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan secara on-line. Kedua, e-learning
menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional
(model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, dan pelatihan
berbasis computer) sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan
globalisasi. Ketiga, e-learning tidak berarti menggantikan model
belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut
melalui pengayaan konten dan pengembangan teknologi pendidikan. Keempat, kapasitas
siswa dalam menguasai bahan yang disampaikan lewat e-learning amat bervariasi,
tergantung bentuk, isi, dna cara penyampaiannya. Makin baik keselarasan antar
konten dan alat penyampai dengan gaya belajar, semakin baik penguasaan siswa
yang pada gilirannya akan memberikan hasilyang lebih baik.
6. Komunitas
Sebuah situs web yang dibuat
dengan tujuan untuk memungkinkan pengunjung berkomunikasi secara bersamaan.
Pengunjung bisa berbagi pengalaman, cerita, ide, dna lainnya, bisa juga mencari
dan menambah teman, atau untuk membuat suatu perkumpulan baru.
7. Portal
Portal adalah aplikasi berbasis
web yang menyediakan akses suatu titik tunggal dari informasi online
terdistribusi, seperti dokumen yang didapat melalui pencarian, kanal berita,
dan link ke situs khusus. Untuk memudahkan penggunaannya biasanya disediakan
fasilitas pencarian dan pengorganisasian informasi.
8. Personal
Situs personal merupakan situs
yang memiliki tujuan untuk mempromosikan atau menginformasikan tentang
seseorang. Biasanya berisi tentang biodata, portofolio (kumpulan hasil karya
yang pernah dibuat), prestasi, atau sebagai diary yang menceritakan kehidupan
sehari-hari yang dipublish agar orang lain dapat mengetahui dna mengenal
tentangnya.
·
Kriteria situs web yang baik
1. Usability
Usability adalah sebagai suatu pengalaman pengguna dalam
berinteraksi dengan aplikasi atau situs web sampai pengguna dapat
mengoperasikannya dengan mudah dan cepat. Situs web harus memenuhi lima syarat
untuk mencapai tingkat usability yang ideal, antara lain:
· Mudah untuk dipelajari
· Efisien dalam penggunaan
· Mudah untuk diingat
· Tingkat kesalahan rendah
· Kepuasan pengguna
bila usability diterapkan pada sebuah situs web, maka situs ini akan mudah dipelajari cara penggunaannya oleh pengunjung. Mudah diingat sistem navigasinya, dapat digunakan dengan efisien. Tingkat kesalahan user dalam mengoperasikan situs web tersebut menjadi minimal. Pengguna akan merasa puas dalam menggunakan situs web tersebut.
· Mudah untuk dipelajari
· Efisien dalam penggunaan
· Mudah untuk diingat
· Tingkat kesalahan rendah
· Kepuasan pengguna
bila usability diterapkan pada sebuah situs web, maka situs ini akan mudah dipelajari cara penggunaannya oleh pengunjung. Mudah diingat sistem navigasinya, dapat digunakan dengan efisien. Tingkat kesalahan user dalam mengoperasikan situs web tersebut menjadi minimal. Pengguna akan merasa puas dalam menggunakan situs web tersebut.
2.
Sistem Navigasi
Navigasi membantu pengunjung untuk menemukan jalan yang
mudah ketika menjelajahi situs web, memberitahu dimana mereka berada, kemana
mereka bisa pergi. Dengan demikian mereka dapat menemukan apa yang mereka cari
dengan tepat dan mudah. Navigasi dapat ditampilkan dalam berbagai media, yaitu
teks, image ataupun animasi. Syarat navigasi yang baik adalah sebagai berikut:
· Mudah dipelajari
· Tetap konsisten
· Memungkinkan feedback
· Muncul dalam konteks
· Menawarkan alternative lain
· Memerlukan perhitungan waktu dan tindakan
· Menyediakan pesan visual yang jelas
· Menggunakan label yang jelas dan mudah dipahami
· Mendukung tujuan dan perilaku user
· Mudah dipelajari
· Tetap konsisten
· Memungkinkan feedback
· Muncul dalam konteks
· Menawarkan alternative lain
· Memerlukan perhitungan waktu dan tindakan
· Menyediakan pesan visual yang jelas
· Menggunakan label yang jelas dan mudah dipahami
· Mendukung tujuan dan perilaku user
3.
Graphic Design (Desain Visual)
Kepuasan visual seorang user secara subyektif melibatkan bagaimana
desainer visual situs web tersebut membawa mata user menikmati dan menjelajahi
situs web dengan melalui layout, warna, bentuk, dan tipografi. Grafik membuat
halaman menjadi indah tetapi bisa juga memperlambat akses dengan semakin
besarnya ukuran file.
Desain yang baik setidaknya memiliki komposisi warna yang baik dan konsisten, layout grafik yang konsisten, teks yang mudah dibaca, penggunaan grafik yang memperkuat isi teks, penggunaan animasi pada tempat yang tepat, isi animasi yang memperkuat isi teks, dan secara keseluruhan membentuk suatu pola yang harmonis.
Desain yang baik setidaknya memiliki komposisi warna yang baik dan konsisten, layout grafik yang konsisten, teks yang mudah dibaca, penggunaan grafik yang memperkuat isi teks, penggunaan animasi pada tempat yang tepat, isi animasi yang memperkuat isi teks, dan secara keseluruhan membentuk suatu pola yang harmonis.
4.
Contents
Sebaik apapun situs web secara desain grafis, tanpa konten
yang berguna dan bermanfaat maka akan kurang berarti. Konten di dalam situs web
tersebut harus menarik dan relevan. Gaya penulisan dan bahasa yang dipergunakan
harus sesuai dengan web dan target audien. Pada konten tersebut, yang harus
diperhatikan adalah tata bahasa, tanda baca, header dan judul.
5.
Compatibility
Situs web harus kompatibel dengan berbagai perangkat
tampilinnya (browser), harus memberikan alternative bagi browser yang tidak
dapat melihat situsnya.
6.
Loading Time
Sebuah situs web yang tampil lebih cepat kemungkinan besar
akan kembali dikunjungi, apalagi bila dengan konten dan tampilan yang menarik.
Waktu download memang tidak hanya dipengaruhi desain tetapi juga koneksi,
server, dll. Namun demikian desainer web setidaknya harus memperhitungkan
desain yang dibuatnya agar dapat tampil lebih cepat dengan menggunakan ukuran
yang sekecil mungkin.
7.
Functionality
Seberapa baik sebuah situs web bekerja dari aspek
teknologinya, ini bisa melibatkan programmer dengan scriptnya, misalnya HTML,
PHP, ASP, ColdFusion, CGI, SSI. dll.
8.
Accesibility
Halaman web harus bisa dipakai oleh semua kalangan, baik
anak-anak, orang tua, orang muda termasuk orang-orang cacat, agar pengguna
tersebut bisa menukmatu halaman web yang telah dibuat desainer
.
9. Interactivity
Interaktifitas adalah apa yang melibatkan pengguna situs web sebagai user experience dengan situs web itu sendiri. Dasar dari interaktifitas adalah hyperlinks (link) dan mekanisme feedback.
9. Interactivity
Interaktifitas adalah apa yang melibatkan pengguna situs web sebagai user experience dengan situs web itu sendiri. Dasar dari interaktifitas adalah hyperlinks (link) dan mekanisme feedback.
·
Tahapan Membangun Situs Web
1. Rekayasa
dan Pemodelan Sistem/Informasi
Pada tahap ini dimulai dengan
membangun syarat dari semua elemen sistem dan mengalokasikan beberapa subset
kebutuhan software tersebut. Pandangan sistem ini penting ketika software harus
berhubungan dengan elemen-elemen lain seperti software, manusia, dan database.
Rekayasa dan analisis sistem menyangkut pengumpulan kebutuhan pada tingkat
sistem dengan sejumlah kecil analisis serta desain tingkat puncak.
2. Planning
(Perencanaan)
Pada tahap ini yaitu untuk
menentukan tujuan dari software yang akan dibuat, melakukan analisis kebutuhan
dna pengumpulan data yang diperlukan. Proses pengumpulan kebutuhan
diintensifkan dan difokuskan, khususnya pada kebuthan software. Untuk memahamai
sifat program yang dibangun, analis harus memahami domain informasi, tingkah
laku, unjuk kerja, dan interface yang diperlukan.
3. Designing
(Desain)
Desain software sebenarnya
merupakan proses multi langkah yang berfokus pada empat atribut yang berbeda,
yaitu struktur data, arsitektur software, representasi interface, dan detil
(algoritma) procedural. Jadi pada tahap ini proses mendesain harus berdasarkan
kebutuhan sehingga sesuai dengan yang diharapkan sebelum memulai pengkodean.
4. Scripting
(Pemograman)
Desain harus diterjemahkan ke
dalam bentuk mesin yang bisa dibaca. Dalam tahap ini adanya pembuatan kode.
Jika desain dilakukan secara lengkap, pembuatan kode dapat diselesaikan secara
mekanis.
5. Testing
(Pengujian)
Proses pengujian berfokus pada
logika internal software untuk memastikan bahwa semua pernyataan sudah diuji,
dan pada fungsi eksternal yaitu mengarahkan pengujian untuk menemukan
kesalahan-kesalahan dan memastikan bahwa dengan input yang terbatas akan
didapatkan hasil actual yang sesuai dengan yang dibutuhkan.
6. Maintenance
(Pemeliharaan)
Software mungkin akan mengalami
perubahan setelah diserahkan kepada pelanggan. Perubahan bisa terjadi karena
kesalahan-kesalahan tertentu, karena software harus diubah untuk
mengakomodasikan perubahan-perubahan di dalam lingkungan eksternalnya, atau
karena pelanggan perlu melakukan pengembangan fungsional atau unjuk kerja.
Pemeliharaan software mengaplikasikan lagi setiap fase program sebelumnya dan
tidak dilakukan dengan membuat yang baru. Adapun tahapan pembangunan situs web
dengan model sekuensial linier adalah sebagai berikut:
Suyanto, Asep Herman. (2007). Step by Step: Web Design Theory and Practices. Yogyakarta: Andi Offset.
|
|
http://raghibnuruddin217.blogspot.com/.22Maret2015.Pukul20.00WIB
|
Komentar
Posting Komentar